Teks Prosedur Kompleks
Pengertian Prosedur Kompleks
Prosedur Kompleks adalah jenis teks yang berisi
langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai
tujuan yang diinginkan. Langkah-langkah itu biasanya tidak dapat dibalik-balik,
tetapi apabila teks prosedur mengandung langkah-langkah yang dapat
dibalik-balik, teks tersebut
disebut protokol.
Struktur Teks Prosedur Kompleks
a. Tujuan yang akan dicapai
Berisi tujuan dari pembuatan teks prosedur kompleks atau hasil
akhir yang akan dicapai (dapoat berupa judul).
a. Langkah-langkah
Berisi cara-cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan
(biasanya tidak dapat diubah urutannya)
Kaidah Teks Prosedur Kompleks
Berikut berupa kaidah yang berlakuu pada teks prosedur komppleks
a. Di dalam teks prosedur kompleks banyak djumpai kalimat perintah
b. Konsekuensi dari penggunaan kalimat perintah, banyak pula pemakain kata
kerja imperatif, yakni kata yang menyatakan perintah, keharusan atau larangan.
c. Teks prosedur kompleks juga menggunakan konjungsi atau kata penghubung
atau kata penghubung yang menyatakan urutan kegiatan.
d. Dalam teks sejenis, banyak pula digunakan kata katta penunjukk waktu.
Struktur Teks
Teks prosedur komplek terdiri atas pendahuluan, pembahassan, dan penutup.
Pendahuluan diisi dengan pengantar yang berkaitan dengan petunjuk yang akan
dikemukakan pada bagian pembahasan.
Pembahasan diisi dengan petunjuk atau langkah-langkah pengerjaan sesuatu yang
disusun secara sistematis. Pada umumnya, penyusunannya, mengikuti urutan
waktu atau bersifat kronologis.
Penutup diisi dengan kalimat-kalimat seperlunya, tidak berupa kesimpulan.
Prinsip
a. Makna kata, istilah dalam teks
prosedur kompleks
b. Kata-kata baku dan tidak baku
dalam teks prosedur komleks.
c. Pengenalan ciri
bahasa teks prosedur kompleks
d. Ciri bahasa yang dipergunakan
dalam teks prosedur kompleks adalah bahasa dengan mempergunakan kaidah baku dan
komunikatif.
Ciri Kebahasaan
Ø
Konjungsi Temporal
(kata penghubung waktu)
Macam-Macam Konjungsi
a. Konjungsi waktu : sesudah,
setelah, sebelum, lalu, kemudian, setelah itu
b. Konjungsi gabungan : dan, serta,
dengan
c. Konjungsi pertentangan : tetapi,
akan tetapi, namun, melainkan, sedangkan
d. Konjungsi pilihan : atau
e. Konjungsi penegasan/penguatan :
bahkan, apalagi, hanya, lagi pula, itu pun
f. Konjungsi pembatasan :
kecuali, selain, asal
g. konjungsi tujuan : agar, supaya,
untuk
h. Konjungsi persyaratan : kalau,
jika, jikalau, bila, asalkan, bilamana, apabila
i. Konjungsi perincian :
yaitu, adalah, ialah, antara lain, yakni
j. Konjungsi penjelasan : bahwa
k. Konjungsi sebab akibat : karena,
sehingga, sebab, akibat, akibatnya
l. Konjungsi perbandingan :
bagai, seperti, ibarat, serupa
m. Konjungsi penyimpulan :oleh sebab itu, oleh
karena itu, jadi, dengan demikian
Ø
Kata Baku dan Tidak Baku
Kata Baku adalah kata standar, pokok, atau utama yang
menjadi tolok ukur yang berlaku
contoh :
Baku-Tidak Baku
Aktif-Aktip
Aktivitas-Aktifitas
Apotek-Apotik
Analisis-Analisa
Asas-Azas
Atlet-Atlit
Atmosfer-Atmosfir
Cenderamata-Cinderamata
Definisi-Difinisi
Februari-Pebruari
Hakikat-Hakekat
Hipotesis-Hipotesa
Hierarki-Hirarki
Ijazah-Ijasah
Izin-Ijin
Jadwal-Jadual
Jenazah-Jenasah
Ø
Partisipan Manusia
Meliputi pronomina atau kata ganti yang digunakan untuk
penyebutan berikutnya, seperti –nya (kata ganti orang ketiga tunggal) yang
mengacu pada subjek (orang)
Contoh :
Jika pengendara melakukan
pelanggaran,tentu pihak yang berwajib menilangnya.
Ø
Verba
a. Verba material : verba yang
mengacu pada tindakan fisik (melakukan, memukul, menilang)
b. Verba tingkah laku : verba yang
mengacu pada sikap yang dinyatakan pada ungkapan verbal (bukan sikap mental
yang tidak tampak), seperti menerima, menolak.
Contoh teks prosedur kompleks
prosedur menggunakan mikroskop
- Peganglah lengan mikroskop dengan salah satu tangan dan tangan lain menyangga kaki mikroskop. Letakkan mikroskop di atas meja pengamatan dengan bagian lengan tepat berada di hadapanmu. Lalu, lensa dan cermin dengan menggunakan kertas tisu. Setelah dibersihkan, pasangkan lensa okuler dengan perbesaran lemah.
- Agar didapat medan penglihatan yang baik, putarlah revolver sehingga diperoleh perbesaran terkecil pada lensa objektif yang searah dengan lensa okuler dan tubus okuler.
- Putarlah cermin mikroskop ke arah sumber cahaya sambil melihat melalui lensa okuler sehingga diperoleh medan yang terang tanpa bayangan benda lain.
- Letakkan preparat yang akan kalian amati di atas meja benda, lalu jepitlah dengan penjepitnya sehingga cahaya yang terkumpul dalam kondensor menembus kaca benda.
- Untuk mencari fokus, lakukanlah dengan dua cara berikut ini.
- Perbesaran lemah. Lensa okuler dengan perbesaran 5 kali dan lensa objektif dengan perbesaran 10 kali dapat diartikan bahwa preparat diamati dengan perbesaran 50 kali. Dengan cara menurunkan lensa okuler serendah mungkin, lensa objektif juga diturunkan sampai berjarak kira-kira 8 mm dari kaca preparat. Setelah itu, arahkan salah satu mata kalian ke lubang lensa okuler sambil memutar-mutar makrometer sampai diperoleh gambaran preparat yang jelas.
- Perbesaran kuat. Lensa okuler dengan perbesaran 12,5 dan lensa objektif dengan perbesaran 60 kali sehingga preparat dapat diamati dengan perbesaran 750 kali. Mulailah dengan menutup preparat dengan kaca penutup, lalu naikkan kondensor sampai mau menyentuh kaca preparat (objek), kemudian bukalah diafragma selebar-lebarnya dan turunkan lensa objektif sampai hampir menyentuh kaca penutup preparat. Setelah itu, dengan makrometer, naikkan lensa objektif sampai diperoleh gambaran preparat yang jelas.
6. Setelah mikroskop selesai digunakan, bersihkanlah lensa objektif dengan menggunakan xylol.
Kelompok 1
Amalia Izzati H (03)
Ellda Salwa F (06)
Jesica Reffi P (10)
Ratu Leonita BP (14)
Sukma Hajar K (18)
Vellanika Julia L (21)